Konten [Tampil]
Alhamdulillah... pekan ini cukup menyenangkan. Kalau dilihat-lihat, ternyata aktivitas mingguan saya cukup banyak ya. Dan sayang banget kalau enggak tercatat di blog ini. Mubazir bila hanya tersedia foto, tanpa adanya narasi.
Pengennya sih bikin diary harian. Atau menulis usai ada aktivitas atau kegiatan menarik. Eh tapi saya enggak sanggup. Sanggupnya ya merangkum kegiatan selama sepekan, lalu ditulis deh dalam 1 postingan. Alhamdulillah sudah berjalan 6 pekan. Yeeeey...
Rasanya senang banget. Enggak ada beban hutang menulis atau menceritakan kejadian-kejadian yang saya alami. Rangkuman cerita selama sepekan ini sudah cukup kok untuk memenuhi hasratku. Hehe. Ya tujuannya bisa dibaca-baca lagi suatu hari nanti oleh... saya sendiri sajalah, hahaha.
Mengawali Senin dengan Bagi-Bagi Nasi
Hari Senin saya mendadak hectic. Ada agenda yang tak direncanakan, lalu mendadak jadi dan harus aksi saat itu juga.Gara-garanya adalah Ibu kemarin siangnya beli ayam 2 ekor. Padahal di kulkas masih ada stok cecek (kulit sapi) dan ikan tongkol. Peh. Apalagi saya kan di Lumajang biasanya cuma 2 hari. Setelahnya stay Jember selama 5 hari. Lah ini malah ditambah 2 ekor ayam. Gimana makannya?
Lalu pagi itu saat mengantar Ibu ke wlijo (tukang sayur), saya menawarkan ke Ibu untuk masak porsi banyak lalu dibagi-bagikan ke orang-orang.
"Yoo ndak popo, tapi Ibu ndak masak yoo... Rosa yo sing masak. Ibu repot", kata Ibu.
Okey. Saya menyanggupi. Saya memang pengen banget belajar masak porsi besar. Urusan bumbu, gampang dah nanti bisa sambil tanya-tanya ke Ibu.
Kami menanak nasi, memasak ayam goreng, mie goreng, perkedel kentang, sayur bayam dan timun untuk lalapan. Saya masak ayamnya dong. Pake santan. Saya pikir ya matangnya itu saat airnya surut. Lah elah ternyata matangnya saat airnya sudah mendidih. Ibu langsung marah-marah. Kuatir santannya pecah.
Lalu saya balik tanya, loh bukannya mau digoreng ya Bu
Iya sih. Tapi maunya Ibu tuh, ayam gorengnya itu berasal dari bumbu santan kari. Dan menyisakan ayam santan kari untuk dikonsumsi sendiri.
Oalaaah... Ibu enggak bilang toh, hoho. Tapi yaa ayam gorengnya tetap enak kok.
Kami hanya membuat 8 porsi. Karena stok makanan yang mampu kami sajikan ya cuma cukup segitu. Karena pada awalnya kami enggak menghitung takarannya sih.
Selanjutnya, saya membagi-bagikannya kepada orang sekitar. Saya ditemani Mbak Yuli, karyawannya Ibu untuk keliling daerah sekitar. Sementara, Ibu jaga toko.
Seusai itu, saya bersiap-siap berangkat ke Jember. Naik bis cuy. Berangkat jam 9 pagi. Sampai kosan jam 12 siang. Alhamdulillah....
Main Sama Erdo
Hari Selasa, saya enggak fokus ngerjain tesis. Buntu eh. Masih dalam proses download citra satelit. Lalu ke tahap "mengolahnya ini bagaimana". Mencoba download citra satelit dari SAS Planet dan USGS. Tapi ya gitu, bingung cara ngolahnya.Ya memang lihat tutorial di Youtube. Tapi kan mereka tidak menjelaskan secara detail dan bertahap untuk hal-hal yang saya inginkan. Jadi ya memang harus dikonceki pelan-pelan. Saya stres di situ. Hahaha.
Jadilah saya main ke rumah Erdo. Saya sama Mbak Amel. Sekalian jenguk Mbak Ica. Ya cuma sekadar ngobrol-ngobrol kangen gitu ajaa...
Cemilan buat ngobrol. Tapi saya enggak makan cokelatnya, soalnya enggak begitu suka, hoho |
Erdo udah bisa ngangkat-ngangkat bokong loooh, hahaha |
Pelatihan Mengolah Citra Satelit
Hari Kamis Jumat, kami ada agenda pelatihan mengolah citra satelit. Diusulkan oleh Prof Ind. Supaya anak-anak S1 dan S2 bisa mengolah citra satelit sendiri.Pengajar atau tutornya anak S1 dooong. Hahaha. Keren sih mereka. Mereka menemukan metodenya sendiri. Belajar-belajar sendiri. Prof Ind tuh hanya ngasih tahu dan ngasih perintah, kamu kerjakan citra satelit A pake aplikasi X, jadikan skripsi. Kayak gitu-gitu doang. Selebihnya anak-anak ngerjakan sendiri. Mikir-mikir sendiri.
Hasilnya? Ada dong. Mas Erwan jadi bisa membuat neraca air dengan aplikasi SWAT. Mas Wawan menghitung erosi dengan metode SWAT.
Kalau anak S1, Farid bikin tata guna lahan menggunakan data citra satelit dari Sentinel 2A lalu diolah menggunakan aplikasi Multispec dan QGIS. Wiji, interpretasi tata guna lahan menggunakan data citra satelit dari Landsat 8 lalu diolah menggunakan aplikasi SAGA. Kalau anak-anak S1 lainnya, kurang tahu saya, enggak hafal.
Hasil kerjaan sayaaa... |
Nah, di pelatihan kali ini, yang ngajarin adalah Farid dan Wiji. Kamis-Jumat. Full dari jam 9 pagi sampai 3 sore. Pelatihannya ini sekalian aplikasinya. Jadi ya diajarin mulai awal sampai akhir. Dibimbing sampai mahir, hoho...
Pelatihan olah citra satelit hari-1 |
Pelatihan olah citra satelit hari-2 |
Toko Rame
Saya pulang ke Lumajang hari Sabtu. Maunya pulang Jumat sih. Tapi karena masih ada pelatihan dan deadline lomba blog. Saya lupa kalau hari Sabtu tuh ada olimpiade. Dulu dipeseni Ibu kalau saya harus ada di toko saat olimpiade berlangsung. Ealah saya lupa dan kebetulan memang enggak bisa.Pas sampai rumah, wuih rame banget dong. Untungnya ada Mbak Yuli, karyawannya Ibu yang siap siaga. Alhamdulillah, toko ramai lancar. Bisa membantu menambah pembayaran pengeluaran-pengeluaran tak terduga.
Btw, hari Sabtu olimpiade. Eh, hari Minggunya ada olimpiade lagi. Tapi beda penyelenggara. Untuk hari Minggu, saya dan Ibu yang jaga.
Fatim Main ke Rumah
Sabtu, ada Fatim di rumah. Yuhuuu.... Seperti biasa, Fatim mau nonton TV besar. Hahaha.Ya saya tugasnya menemani Fatim nonton TV. Saya tidur-tiduran di sofa.
Eh ada cerita lucu nih. Fatim kan sedang dalam tahap belajar membaca. Masih membaca huruf. Belum merangkai kata.
Waktu itu ada permen Foxs. Fatim mendadak membaca.
F. O. X. S.
dibaca?
Pelmen bolong
Lalu kisah ini saya ceritakan ke Mbak Puja dan Mas Dian. Kemudian saya coba tes lagi tuh si Fatim. Ada helm, tulisannya BMC.
B. M. C.
dibaca?
Helm atos
😂😂
Shanum Ngajak Main di Taman
Shanum ada perkembangan nih. Udah berani minta ngajak saya untuk menggendongnya main-main di taman. Ya dia mendekati saya, minta gendong. Tunjuk-tunjuk luar rumah. Pengen main ke taman di depan rumah.Tuh, adek Shanum ngajak main ke luar rumah |
Taman di perumahan |
Jalanan perumahan seluas ini |
Ini adek Shanum |
Pura-puranya naik kereta dari Lumajang ke Surabaya |
Eh ada cerita loh, dari foto di atas. Itu kan ada sangkar burungnya... Waktu itu, sangkar burungnya dimasukin ke rumah oleh pemiliknya. Saya ngajakin Fatim dan Shanum lihat proses itu.
Lalu Fatim bertanya... dan dimulailah obrolan absurd di antara kami berdua.
Te Ocha, itu kenapa burungnya kenapa?
Burungnya mau dimasukkan ke dalam rumah. Capek. Mau Istirahat.
Loh capek apa?
Capek kerja.
Ooo...
Tak berapa lama kemudian, Fatim menyimpulkan sendiri dengan bilang:
Iya, burungnya kerja makan, kerja minum air, kerja minum susu, kerja terbang, hmm apa lagi yaa...
😅😅
Lalu, saya tambahkan: Kerja bersiul
😆
Pulang wes. Capek.
Minggu, Main Lagi Sama Fatim dan Shanum
Hari Minggu, usai menutup toko, jenguk Mbah Uti, dan belanja ke pasar, saya dan Ibu main lagi ke rumah Fatim.
Kali ini mainnya agak beda. Saya malas nggendong Shanum lagi. Maunya Shanum jalan sendiri aja. Dipakein sepatu yang ada kaos kakinya. Pakai celana panjang.
Ya jalannya masih tertatih-tatih tak tentu arah. Ya sering jatuh juga sih. Saya enggak tegaaa...
Ngobrol Sama Acil Tentang Minimalism
Malamnya, saya hangout sama Acil. Makan di Swiwings sambil ngobrol-ngobrol. Membahas kabar terkini, juga rencananya Acil buat usaha minimalism. Sekaligus saya mau pinjam buku Rentang Kisah, hoho.Nah, soal minimalism ini, sepertinya akan saya bahas detail di postingan lain. Karena saya juga pengen sharing tentang usaha minimalism yang saya lakukan.
Udah wes. Gitu aja ceritanya. Panjang euy ini cerita sepekannya. Hahaha.
Wassalamualaikum wr wb
wah aku salah fokus dengan cokelat van houtennya, enaaaaak :D
BalasHapushoho, enggak aku makan kok
HapusAku suka baca kegiatan sepekannya..lengkap dan sibuk ternyata Kak Ros ini ya
BalasHapusEh boleh juga tuh idenya kalau pas stok lauk banyak dibagikan nasi, daripada mubazir kan
Btw, Ibunya jualan ATK ya, Kak? atau apa, enggak kelihatan tokonya jual apaan
iya, jualan ATK kak
HapusSeru banget deh, saya jadi pengen nulis gini juga, minimal nyuruh anak saya untuk nulis kayak gini, semacam jurnal online sih ya.
BalasHapusEh atau tepatnya diary online.
Besok-besok kalau kita baca lagi, kita bakalan senyum-senyum sendiri deh hihihi
iya, bisa dijadikan sebagai refleksi diri pula
Hapus2 kg ayam?
BalasHapusHihihi serem juga, kecuali anaknya udah gede gede
Dan untung ada jalan keluar
gak serem, cuma khilaf aja, haha
HapusWahhh... keren nih mba Rhosa ini. Produktif sekali tapi tetap handling keluarga dengan baik. Aku suka dengan time managementnya 👍
BalasHapushmmm bukan aku sih pemeran utama di keluarga ini, hehe
HapusSaya langsung cari tau dong tentang buku Rentang Kisah, wkwkwk..
BalasHapushehe selamat membacaa
HapusKak Ros, seminggu sama anak ceritanya seru ya..
BalasHapusHiks hiks aku gak ada yang sampe sehebat bikin citra satelit.
Two thumbs up kak rosss
bukan anak saya...
HapusIde yang bagus sekaligus berkah ya Mbak. Kalau punya kelebihan nasi di rubah daripada tidak habis mubazir ya mending dibagi2kan ya Mbak. Kegiatan lainnya juga tak kalah produktif nih. Ternyata merangkum kegiatan selama sepekan lumayan juga ya bisa menghasilkan 1 postingan
BalasHapushihi, iya, seruuuu
HapusSeneng ya produktif dan ngatur waktunya juga oke nih, eh saya kok malah gagal fokus sama foto mie goreng nya yah, hehe.
BalasHapushoho kuy makan
HapusHahaha. Jadi ingat dulu zaman-zaman kuliah belajar GIS dan pencitraan satelit kayak gini. Bikin peta, ngeprint, bawa gembolan tas tabung ala-ala anak arsitektur gitu, padahal kita jurusannya kehutanan. Ini materi cukup bikin pusing kepala. Sekarang kalo disuruh coba lagi, saya pribadi sudah lupa.
BalasHapuswuah iya kalau kehutanan kudu belajar GIS juga
HapusShanum ini ponakan atau sepupu? Masih belum jelas nih, krn br 2x ini ya baca blog ini hehe m
BalasHapusMgkn bisa dikasih legenda kak, jdi yg baca, meskipun pembaca baru ada info gitu, gpp yaa kasih saran
ponakaaaan, hehe
HapusWaah kegiatannya seru sekali Mbak. Apalagi yang bisa memasak untuk dibagikan ke orang, ada kepuasan tersendiri tentunya.
BalasHapusiya Alhamdulillah....
Hapus